Tampilkan postingan dengan label Contemplation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contemplation. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2009

Yang Penting Usaha

"Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah nasib mereka sendiri"
(Qs: Ar Ra'd 11)
Setelah merenungkan makna dibalik ayat tersebut, saya mulai tergerak untuk keluar dari comfort zone yang selama ini sangat saya nikmati. Kondisi nyaman pada posisi saya saat ini jika dilihat dari sisi positifnya adalah hidup terasa aman, tenang, damai, tidak banyak gejolak dan dinamika hidup, dan itu adalah salah satu tujuan hidup yang saya dambakan. Namun jika dilihat dari sisi negatifnya, keadaan tersebut telah membuat saya menjadi malas dan takut akan tantangan, cenderung pasif , tidak mau maju, serta merasa puas sampai di sini saja. Padahal masih banyak kesempatan di luar sana yang dapat membuat kualitas hidup saya bisa lebih baik.
Tetapi setelah melalui perenungan yang panjang dan mengingat akan ayat Alloh tersebut rasanya kita tidak boleh mudah menyerah dan merasa puas sampai di sini saja. Alloh telah menjanjikan sesuatu yang lebih bagus jika kita mau berusaha. Nasib seseorang memang ditentukan oleh Alloh, dan saya percaya setiap manusia telah diberikan jatah nasib yang baik oleh Alloh tapi dengan syarat kita harus berusaha untuk menggapai nasib baik tersebut. Seandainya saat ini kita berada pada posisi yang kurang baik, sesungguhnya posisi yang baik sudah menanti kita di suatu tempat, namun jika kita tidak berusaha mencari-cari posisi baik tersebut, akankah kita sampai pada posisi baik yang sedang menanti kita itu. Ibaratnya kita sedang ditunggu oleh seseorang yang akan memberikan hadiah kepada kita, jika kita tidak berusaha mencari informasi tentang seseorang itu, kita tidak mau keluar rumah mencari seseorang itu, akankah kita menemukan seseorang yang telah menunggu kita itu, pasti kita tidak akan bertemu jika kita tidak mau bergerak sama sekali.
Alhamdulillah saat ini saya berada pada posisi yang menurut saya baik. Namun demikian, mungkin di luar sana saya sedang ditunggu oleh sesuatu yang lebih baik lagi yang sebenarnya adalah jatah milik saya yang diberikan oleh Alloh. Jika saya tidak berusaha dan mencoba semua kemungkinan, bagaimana mungkin saya bisa mendapatkannya. So, sekecil apapun usaha yang kita lakukan dengan tujuan mulia untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan tetap mensyukuri nikmat Alloh, InsyaAlloh sedikit demi sedikit akan membuka jalan akan sesuatu yang lebih baik itu. Semoga Alloh selalu memberikan semangat dan jalan yang terbaik, amien.

Rabu, 04 Maret 2009

Siap Setiap Saat

Seringkali kita menyia-nyiakan kesempatan baik yang singgah dalam hidup kita semata-mata karena kita belum siap untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Entah itu kesempatan atas tawaran kerja yang lebih baik ataupun kesempatan untuk mengambil beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Dan alasannya selalu sama, saya belum siap. Kenapa belum siap, karena saya merasa belum bisa, saya merasa belum kompeten, saya merasa belum mampu melewati proses untuk menggapai kesempatan tersebut. Dari waktu ke waktu alasan itu selalu membayangi keputusan yang ingin saya ambil, selalu ada keragu-raguan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, padahal mencoba saja belum, tapi sudah menyerah duluan semata-mata karena merasa belum siap. Trus, kapan kita akan merasa siap? Kenapa tidak mempersiapkan diri? Sementara waktu terus bergulir menutup satu per satu kesempatan yang sudah ada di depan mata.

Menyesal dan menyesal....., itu yang seringkali saya rasakan setiap kali saya melewatkan suatu kesempatan baik, dan ternyata ada diantara temen dekat yang berhasil mendapatkan kesempatan tersebut. Selalu terbersit dalam hati, ternyata dia bisa, harusnya aku juga bisa. Dan sekali lagi semua karena keragu-raguan untuk mencoba suatu kesempatan baik, dan keragua-raguan itu selalu dilatarbelakangi oleh alasan ketidaksiapan.

Sekarang, tidak ada alasan untuk menunda sesuatu. Kita harus selalu mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu dan kompeten dalam segala hal. Lebih spesifiknya segera tentukan tujuan, dan bergegaslah untuk menggapai tujuan yang ingin kita capai. Jangan buang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Segera bekali diri kita dengan hal-hal yang mendukung pencapain tujuan kita, dan pada saat kesempatan itu datang lagi maka kita akan menyambutnya dengan gembira karena kita telah siap untuk meraihnya, dan syukur-syukur bisa mendapatkannya.

Semoga kesempatan itu datang kembali, dan aku bisa menggapainya, amien.

Selasa, 15 Januari 2008

Be a Valuable Person

Secara naluri manusia dalam memandang seseorang, secara spontan kita akan memandang orang yang berharga, orang yang bernilai adalah orang yang memiliki kedudukan dan harta. Maka tidaklah mengherankan jika di dunia ini semua orang bersaing untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dan mencari kedudukan setinggi-tingginya semata-mata untuk mendapatkan kebanggaan supaya dipandang berharga dan bernilai oleh orang lain.

Jika kita renungkan, hakikat orang yang berharga dan bernilai sebenarnya adalah orang yang memiliki banyak manfaat untuk orang lain. Seharusnya kita berlomba-lomba untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain, berlomba-lomba untuk saling memberikan manfaat untuk orang lain. Bisa jadi pembantu-pembantu kita di hadapan Allah lebih mulia dibandingkan para majikannya karena kontribusinya sangat jelas dalam meringankan pekerjaan kita, sementara orang yang aktivitas sehari-harinya hanya menikmati kesenangan sendiri, bersantai-santai tanpa ada output yang dapat dikontribusikan kepada orang lain, dia adalah orang yang paling tidak berguna di dunia ini, adalah orang yang paling tidak berharga.

Dengan demikian, untuk menjadi orang yang berharga, janganlah kita bermalas-malasan. Kita harus merasa senang dan bangga jika dipercaya oleh bos kita untuk mengerjkan banyak tugas, harus ikhlas dan tanpa keluh kesah, karena pada saat itu kita menjadi orang yang bermanfaat, menjadi orang yang berharga dan bernilai. Dan, dalam memandang seseorang, janganlah kita memandang dari statusnya, karena bisa jadi orang dengan pangkat paling rendah di tempat kerja kita, justru memiliki kontribusi paling besar dalam lingkungan pekerjaan kita, sementara orang dengan pangkat paling tinggi di tempat kerja kita jika dia hanya bisa menyusahkan orang lain tanpa ada kontribusi yang positif bagi anak buahnya ataupun perusahaan, bisa jadi dia adalah orang yang paling tidak berharga.

Dedicated to all blogers