
Senin, 06 Juli 2009
Sudah 2 Tahun

Kamis, 28 Mei 2009
Mami - Papi
Ini cerita beberapa minggu yang lalu, sehabis El sakit. Satu minggu lebih El panas demam, badannya lemas ga mau makan dan minum. Sebenarnya sakitnya batuk pilek biasa sih, cuma dahaknya berlebihan jadinya totally dia merasa tidak nyaman. Beberapa hari setelah dia sembuh dari sakitnya, tiba-tiba dia iseng memanggil kami sambil malu-malu:
El : Ma-Mi
Mama : Mami? Apa El?
El : Ma....mi....
Mama : Mama apa Mami
El : Mami
Mama : Klo itu siapa? (sambil nunjuk papa)
El : Papi
Papa : Papa apa Papi
El : Papi
Hahahahahaha, serentak kita ketawa dengan panggilan kami yang baru itu. Yang membuat kami heran, setelah kami tanyakan ke kedua pembantu kami ternyata tidak ada yang ngajarin untuk manggil Mami Papi, trus tetangga kiri kanan juga ga ada yang manggil mami papi. So, dapet ide dari mana yah tuh anak manggil mami papi, jangan2 El suka merhatiin sinetron Cinta Fitri yang memang tiap hari mama ngikutin, secara di sinetron tersebut panggilan di keluarga hutama adalah mami papi. Whatever lah, sejak saat itu El lebih sering memanggil kami dengan sebutan mami papi, sometimes mama papa juga sih, tapi tiap diledekin orang2 dengan pertanyaan “mama atau mami” jawabnya pasti mami. Sampai sekarang kalo ngigau pun manggilnya mami juga, berarti dia memang sangat terobsei dengan panggilan mami papi.
Sebenarnya dari pihak kami, mama papanya, geli banget dengan panggilan itu, engga biasa dan engga suka juga sih coz kastanya belum nyampe untuk dipanggil mami papi, jadinya engga pantes aja, secara panggilan mami papi memang identik dengan panggilan untuk kaum berada. So, sebagai ordinary people yang cuma rakyat jelata ini, agak risih klo el menyebut panggilan tersebut di tempat keramaian. Tapi yo wislah, apa mau dikata, anaknya pengennya manggil mami papi , kali aja ini do’anya El semoga mama papanya memang pantas untuk dipanggil mami papi,hehehehe, amien.
Senin, 16 Maret 2009
Sabtu-Minggu
Sabtu Minggu yang pasti adalah hari favorit semua orang, hari yang paling ditunggu-tunggu. Seperti sekarang ini, baru hari Senin tapi aku sudah merindukan Sabtu Minggu segera datang. Ngapain aja setiap sabtu minggu? Kami sekeluarga tidak pernah punya agenda yang aneh2, paling betah di rumah aja menikmati hari-hari bersama El Fatta. Berhubung tiap sabtu minggu pengasuh El pulang ke suaminya, so dua hari itu el fully sama mama papanya. Rutinitas sabtu pagi dimulai dari el bangun, langsung ngajak jalan2 keliling kompleks dengan mobil-mobilannya, bermaian di tepi sungai di sepanjang boulevard Blok D dan Blok E sambil melempar batu ke sungai, dan tentunya sambil menyuapi el sarapan pagi. Hmmmm, pagi yang indah dengan suara-suara burung berkicau menyambut pagi, dengan hawa yang begitu sejuk dan pemandangan puri bali yang indah, nikmat sekali rasanya.
Sementara mama sibuk bermain dengan el, papa tidak mau ketinggalan dengan hobynya, yaitu ngotak-atik taman depan dan taman belakang. Entah mau diapaian lagi tuh taman, yang pasti setiap minggu selalu ada perubahan kecil di taman akibat ulah papa,hehehehe. Pagi berlalu dan semua sudah mandi dan sarapan, acara sabtu minggu dilanjutkan dengan keliling-keliling di sekitar sawangan, hunting tanaman hias, ikan hias, aksesori rumah, nyari jajanan or belanja bulanan, hingga matahari mulai terik dan kami memilih kembali ke rumah, tidak lupa mampir dulu ke tukang es kelapa di depan jalan masuk puri bali.
Sesampai di rumah sudah disambut dengan hidangan makan siang yang sudah siap disajikan oleh Mpok Mumun, hmmmm makan siang bersama yang begitu nikmat sambil menghilangkan dahaga dengan es kelapa muda. Setelah perut kenyang, acara santai dilanjutkan dengan tidur siang, waktunya depends on jam tidur el fatta, tapi paling susah nidurin tuh bocah pas sabtu minggu coz sepertinya dia tidak mau melewatkan waktunya untuk bermain dengan papa mamanya. So, paling sering mama yang udah molor duluan coz urusan yang satu ini sudah menjadi agenda wajib mama, klo tidak bisa fatal, badan mama bisa sakit semua. Moment yang paling membahagiakan bagi mama klo si el dapat dengan cepat dikondisikan untuk tidur siang, demikian juga dengan papanya coz dua makhluk ini paling susah yang namanya disuruh tidur, padahal tidur itu khan nikmat banget,hehehehehe, secara hemat tenaga dan biaya.
After tidur siang, yang pasti sudah menjelang sore, aktivitas balik lagi seperti kegiatan pagi hari, jalan-jalan lagi bersama el keliling kompleks sambil menyuapi el makan sore. Waktu sore jalanan di kompleks lumayan rame, bisa sambil tegur sapa dengan tetangga-tetangga baru. Seperti biasa papa asyik ngobrol dengan bapak-bapak di jalanan depan rumah. Engga tau kenapa pusat berkumpul selalu di depan rumah, mungkin karena depan rumah kami adalah rumah pak RT , so jadi tempat ngumpul para bapak. Tapi jadi ikut seneng, coz rumah jadi rame. Dan acara jalan-jalan serta kumpul-kumpul bubar setelah terdengar adzan Maghrib. Acara malam minggu cukup dengan hunting makan malam di sekitaran puri bali, trus bermain dan becanda dengan el dan yang pasti tidur malam.
Hari Minggunya Idem,hehehehe.
Begitulah Sabtu Minggu yang selalu kunantikan, acaranya sangat sederhana, tetapi menjadi menyenangkan dengan polah tingkah El fatta yang menggemaskan.
Rabu, 31 Desember 2008
Welcome to Tamansari Puri Bali
Hari Jumatnya 26 Desember, setelah penataan barang2 di rumah baru sudah beres, mama dan el baru bergabung di Puri Bali. Masih lumayan berantakan, mama jadi gatel pengen ikutan beres2 juga, tapi bingung mau mulai dari mana, coz so many things to do, akhirnya mama fokuskan untuk membenahi pernak-pernik dapur. Alhamdulillah sore harinya rumah sudah lumayan rapi, so malem hari bisa santai2 sambil memandangi rumah,hehehehe. Serasa ada suasana baru dalam keluarga kami, mama jadi semangat lagi untuk memulai segala sesuatunya dari awal, dan melanjutkannya dengan hal-hal yang baik di rumah ini. Mama pengen selalu menjaga kerapihan dan kebersihan rumah, secara selama ini mama masih suka berantakan,hehhehehe, trus mama ingin bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kami coz selama ini kayaknya masih kurang baik, mama juga pengen rumah ini bisa menjadi penyejuk bagi keluarga kami, menjadi surga dunia kami.
Well. semoga moment “rumah baru” dan “tahun baru” yang sebentar lagi akan tiba dapat membawa perubahan yang lebih baik dalam segala hal untuk keluarga kami.Ya Alloh, semoga engkau jadikan rumah kami ini sumber kebahagiaan keluarga kami, tempat kami berkumpul, tempat kami berlindung, tempat kami mendidik anak-anak kami. Semoga engkau senantiasa memberikan keridhoan, keberkahan, dan bimbingan bagi keluarga kami, amien.
WELCOME TO TAMANSARI PURI BALI
AND
“TO ALL MY DEAREST FRIEND, HAPPY NEW YEAR, WISH YOU ALL THE BEST IN THE COMING YEAR”
Selasa, 18 November 2008
Papa's Birthday and the story of him
Baby Ray, montok pisan euy
yang pake topi mirip El ya
Ray kecil lalu tumbuh menjadi ray anak-anak (anak SD, anak SMP, anak SMA,hehehe), menjadi sosok yang nice boy, tampang di fotonya kayaknya bukan type anak bandel neh.
Then, dia tumbuh lagi menjadi sosok pemuda tanggung, yang penampakannya kayak gini neh...
gaya coverboy tahun 80-an
Konon kabarnya lagi, pas jaman-jaman SMA dia termasuk pemuda yang suka tawuran, sukanya nongkrong, engga mau belajar (ih, padahal engga ada tampang tuh mas, kayaknya alim2 aja). Tapi seiring dengan bertambahnya umur, dia kemudian menjadi sosok pria dewasa yang bertanggung jawab, pekerja keras, penyabar, dan mengayomi adik-adiknya (terbukti kok sampai sekarang beliau adalah sosok yang super duper sabar, baik hati, dan penyayang).
Ray dewasa (masih kurus ya)Di usianya yang sudah cukup umur, dia berusaha menjajaki beberapa wanita. Setelah gagal dengan beberapa wanita (yang menurutnya cantik-cantik) akhirnya ketemu dengan pacar terakhirnya, yang kini menjadi istri tercintanya (hehehehe)
Ray & Etty (sewaktu masih pacaran)
Hingga akhirnya dia melepas masa lajangnya pada tanggal 2 September 2006
Dan kini, dia telah menjadi Papa dari seorang anak yaitu El FattaKamis, 23 Oktober 2008
Surat Untuk Leha

Leha, ga berasa ya sudah 2 tahun kamu menemani keluarga kami di rumah yang sederhana ini. Susah senang kita rasakan bersama. Kamu adalah saksi dimulainya perjalanan rumah tangga kami.
2 tahun yang lalu kamu datang pada saat aku tengah mengandung El Fatta 1 bulan. Alhamdulillah sejak ada kamu, semua kerjaan rumah beres, pulang kantor aku bisa langsung tidur dengan tenang dan kamu sudah bisa leluasa bersantai santai nonton TV atau tidur-tiduran. Aku tahu di awal-awal kamu kerja di tempatku kamu merasa kesepian karena kamu belum kenal dengan tetangga sebelah, kalaupun diajak ngerumpi dengan tetangga (Bu Sarmili, Mbak Erni, Mama Aji, Mimi Sum) kamu masih enggan karena masih canggung dengan tetangga-tetangga baru kita itu, akupun juga merasakan hal yang sama, dan kita lebih memilih untuk berdiam diri di kamar masing-masing sambil nonton TV atau baca-baca buku. Rutinitas sehari-hari yang tidak bervariasi (nyuci, beres-beres rumah, masak, setrika, tidur, nonton TV) ternyata membuatmu bosan dan merasa kurang tantangan.
Dan ternyata situasi itu berubah sejak kehadiran seorang bocah mungil di tengah-tengah keluarga kami pada Juni 2007 yang lalu. Yah, sejak kehadiran El Fatta tentu saja ritme kerjamu berubah 180 derajad, dan kamupun sempat terkaget – kaget dengan load kerja yang bertambah, demikian juga aku. Masih teringat bagaimana stressnya kita dengan tambahan cucian popok dan bedong yang menggunung, dan tambah stress lagi pas cucian belum kering karena hujan, sementara stock popok dan bedong sudah menipis, padahal El terus menerus pipis. Apalagi setelah El ditinggal Utinya pulang ke Jawa, mau engga mau kita berdua harus belajar dan bekerjasama untuk mengurus el mulai dari memandikan, mengganti popok, menyediakan susu, dan menenangkannya pada saat dia terbangun dan menangis. Dan pengabdianmu yang sesungguhnya dimulai setelah aku kembali bekerja. Kami mempercayakanmu 100% untuk menjaga dan mengurus El Fatta selama kami bekerja, tapi tidak jarang malam-malam terpaksa kami membangunkanmu untuk menenangkan El fatta yang tidak berhenti menangis. Perjuangan paling berat adalah pada saat menghadapi El fatta sakit. Mau ga mau kita mengorbankan waktu tidur kita dan bergantian untuk menggendong El Fatta. Dan kelihaianmu sudah teruji dengan semua tindakan penyelamatan yang telah kamu lakukan pada saat-saat menghadapi El Fatta yang sedang kritis. Masih banyak pengorbanan yang tidak dapat aku deskripsikan dalam tulisan ini, karena begitu banyak hal telah terjadi dalam 2 tahun ini, dan kamu sebaga pemain utamanya.
2 tahun telah berlalu, dan kini El fatta sudah 16 bulan
Mungkin kamu sudah mempertimbangkan banyak hal, hingga akhirnya kamu memutuskan untuk meninggalkan kami dan El Fatta. Mungkin kamu sudah jenuh ya dengan rutinitas kerja di tempat kami, atau kamu terlalu lelah dengan pekerjaan yang kami berikan apalagi setelah Mbak Nur tidak lagi menjadi partner kerjamu. Atau mungkin banyak kesalahan yang telah kami perbuat hingga kamu tidak tahan lagi tinggal bersama kami. Yang pasti kami telah berusaha sebaik mungkin untuk menjadi pemberi kerja yang baik. Kami berusaha sebisa mungkin menahan diri untuk tidak memarahimu jika ada hal-hal yang tidak berkenan, kami cukup menegurmu dengan cara yang sopan. Kami juga berusaha memberikan kebebasan yang bertanggung jawab, dan juga kami berusaha untuk memberikan imbal jasa (gaji) diatas rata-rata walaupun menurut kami imbal jasa yang kami berikan masih kurang, semua semata-mata untuk menghargai semua pengabdian dan pengorbananmu. Atau mungkin kamu ingin mendapatkan kesempatan yang lebih baik di luar sana. Apapun alasannya, itu semua adalah hak kamu dan tidak seorangpun berhak untuk menahan hak seseorang.
Rasanya keputusan ini begitu cepat..
Masih banyak hal yang belum kami berikan untuk membalas jasa-jasa kamu. Maafkan kami belum dapat memenuhi janji – janji yang pernah kami sampaikan untuk dapat membantumu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau sekedar mengikuti kursus menjahit seperti yang kamu inginkan. Kami juga belum sempat mengajakmu jalan-jalan ke Bali atau ke Bandung seperti yang aku angankan, karena El Fatta masih terlalu kecil untuk diajak bepergian jauh. Demikian juga dengan angan-angan untuk membuat usaha bersama dan juga membiayaimu jika kamu menikah kelak. Mungkin waktu memang belum mengizinkan untuk dapat merealisasikan itu semua.
2 tahun telah berlalu..., dan banyak kesalahan yang telah kami perbuat.
Maafkan kami atas semua kata-kata dan perbuatan yang tidak berkenan. Mungkin kami belum berhasil menjadi panutan yang baik.
2 tahun telah berlalu....., dan banyak manfaat yang telah kamu berikan.
Terima kasih atas semua pengabdian dan pengorbananmu, ketulusan dan keikhlasanmu. Tidak cukup kami membalasnya dengan lembaran uang. Semoga Alloh membalasmu dengan lebih banyak kebaikan.
Masa depanmu masih panjang
Semoga dapat kamu manfaatkan dengan hal-hal yang berguna
Selamat menjalani kehidupan baru di tempat yang baru.....
Semoga persaudaraan tetap terjaga selamanya.
Dan kami akan selalu mengenangmu
It’s time for another flow,
Maybe I can’t see you when I want to
God has determined our own destiny
It’s time for you to meet yours
Wish you luck in your new career and society
May our friendship will flow forever…
Thanks for your kindness……and sorry for my mistake.
Salam dari kami sekeluarga,
Ray, Etty, El Fatta & Dodo
Minggu, 14 September 2008
Jalan - Jalan ke Bogor

Berangkat dari Depok naik kereta jam 08.35. Selama nunggu kereta datang, El Fatta kegirangan ngeliat kereta yang lalu lalang. Apalagi setelah naik keretanya, tampangnya terbengong-bengong, kayak orang baru naik kereta aja, hehehehe emang baru naik kereta mam. Sebenere di kereta tuh bocah udah ngantuk berat, tapi dia ga rela melewatkan perjalanan di kereta, jadinya bimbang antara pengen bobo sama pengen ngerasain naik kereta.
Sampai di bogor, langsung menuju ke Taman Topi, sengaja nyari tempat terdekat dari Stasiun biar ga ribet mobilitasnya. Sampai di Taman Topi masih sepi, secara hari kerja dan masih pagi, tapi memang itu suasana yang kami cari.
Then, dari Taman Topi nyari oleh-oleh dulu yang khas Bogor such as asinan, talas, buat dibagiin ke tetangga. Trus kita ke stasiun nyari kereta ke Depok, Alhamdulillah langsung ada. So kita bisa pulang on time, sesuai rencana. Di kereta udah kecapean, dan semua ketiduran, Alhamdulillah ga kelewat pas turun. Sampai di rumah jam 1an siang.
Jalan-jalan kali ini walaupun simple, tapi sangat menyenangkan. Sepertinya El harus sering-sering diajak jalan biar dia tidak asing dengan dunia luar.
Minggu, 24 Agustus 2008
Sunday Morning
Klo udh capek gendong papa
Then, agenda abis maen bola adalah menghirup udara segar di Kampus UI tercinta. Tempat nongkrongnya klo ga di Danau Masjid UI, Danau Asrama, Danau deket FE. Kebetulan kemaren singgahnya di danau deket FE, sekalian mama pengen memandangi gedung FE and mengenang masa-masa kuliah di gedung A dulu. Hmmmm, kangen juga dengan masa itu...Ga berasa sudah 9 tahun sejak mama pertama kali menginjakkan kaki sebagai Mahasiswa Baru di FE. Ya sudlah, itu masa lalu.
Next weekend, penasaran pengen ngeliatin Jembatan Teksas (Teknik - Sastra) yang menghubungkan Fakultas Teknik and Sastra.
Selasa, 22 Juli 2008
Fimosis dan Operasi Sirkumsisi (Khitan)
Akhirnya, pada 16 Juli 2008 kemaren, kami putuskan untuk berkonsultasi dengan dokter bedah anak di RSIA Hermina Depok. Berdasarkan observasi dokter, kondisi fimosis memang terjadi pada El Fatta. Solusinya adalah dikhitan. Ada cara lain selain dikhitan yaitu dilatasi (pelebaran), namun potensi fimosis bisa terjadi lagi. Jadi keluarga memutuskan untuk dikhitan aja sekalian. Selanjutnya kami membuat janji dengan dokter untuk pelaksanaan operasi sirkumsisi (khitan) pada tanggal 18 Juli 2008 jam 17.30. Selanjutnya kami memesan kamar dan pengambilan darah el untuk pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari prosedur pra operasi sirkumsisi.
Keesokan harinya (17/7) kami mengambil hasil laboratorium dan menyerahkannya ke dokter anestasi. Menurut dokter anestasi, hasil laboratorium El baik-baik saja untuk dilakukan bius total pada saat operasi sirkumsisi. Selanjutnya, dokter anestasi menjelaskan kelebihan, kekurangan, dan risiko dari bius total. Mama sempet menanyakan juga mengenai alergi obat bius yang pernah mama baca di internet yang menyebabkan seorang anak meninggal karena bius total pada saat operasi sirkumsisi. Kata dokter, kemungkinan tersebut sangat kecil. Selanjutnya, dokter mengharuskan El untuk puasa 4 jam sebelum operasi untuk menghindari terjadinya muntah yang masuk dapat masuk ke saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan gangguan respirasi pada saat pembiusan.
Akhirnya, hari yang mendebarkan tiba. Hari Jum’at tanggal 19 Juli kami bersiap-siap untuk mengantar El ke Hermina. Tambah siang mama tambah deg-degan aja. Dari jam setengah 12 siang El udah berhenti makan makanan padat, termasuk susu. Tapi masih boleh minum air putih sampai jam setengah 3. Jam 2 siang, kami sekeluarga (mama, papa, opa, akung, uti, leha) nganter El ke Hermina. Setelah lapor ke bagian pendaftaran, kami dianter ke bagian bedah untuk mengisi form persetujuan operasi selanjutnya ke bagian keperawatan ngambil kunci kamar. Sambil nunggu jam setengah 6 sore, kami istirahat dulu di kamar, santai-santai dulu untuk menghilangkan stress. Tapi Elnya ga mau diem, maunya jalan-jalan.
Pake Baju bedah
Sambil menunggu El dipanggil, kami bergantian membujuk El agar ga rewel karena dah kelaperan dan kehausan. Sampai akhirnya jam 17.50, El dipanggil untuk masuk kemar operasi. El ditemanin papa masuk ke mar operasi, kami sekeluarga menunggu di luar. Papa menemani El sampai tahap pembiusan saja. Pada saat pembedahan, keluarga tidak diijinkan masuk ke kamar operasi.
Sambil menunggu El operasi, kebetulan saat adzan maghrib, jadi sekalian sholat maghrib dan berdo’a untuk kelncaran proses operasi El. Setelah sekitar 20 menit-an berada di kamar operasi, akhirnya keluarga dipanggil untuk menemui El. Alhamdulillah pada saat kami menemui El, dia sudah sadar tapi belum sadar penuh. Dia sedang menagis kesakitan, tapi matanya masih merem. Mama sempet ciut juga pas ngeliat hasil operasinya, tititnya masih berdarah-darah, rasanya ngilu banget ngeliatnya. Berhubung sudah boleh diberi minum, mama langsung mwmbuatkan susu. Badannya masih berontak, jadi dia tiduran sambil dipegangin. Untuk menenangkan dia, mama gendong El, nangisnya berhenti sejenak. Ternyata setelah mama gendong dia langsung BAB dan kencing juga meluncur membasahi tembok ruang pemulihan,hehehe. Setelah BAB dan kencing, nangisnya masih meronta-ronta. Akhirnya mama bawa jalan ke depan ruang pemulihan , sambil dikipas-kipas “titit”nya sama Uti. Di situ dia mulai tenang, sepertinya dia trauma melihat suster dan ruang pemulihan. Setelah mengais selama +/- 30 menit, akhirnya dia kecapean dan ketiduran. Alhamdulillah, paling ga, dengan tidur dia tidak merasakan sakit. Setelah itu kami diijinkan untuk pindah ke kamar rawat inap.
Di kamar, mama gendong El terus. mama coba tidurin dia di bed tapi dia langsung berasa dan nangis. So, semaleman mama pangkuin El. Untungnya mama bisa sambil nonton Final Mamamia di Indosiar dan Indonesian Idol, jadi ga berasa menghabiskan waktu sambil memangku si El. Alhamdulillah semaleman El tidak terlalu rewel, sesekali terbangun dan menangis, tetapi setelah ditimang-timang dan dikipas-kipas lukanya dia tertidur lagi. Malam itu kami sekeluarga nginep di kamar RS nemenin El.
Keesekon harinya dia sudah bisa ketawa, seperti tidak sedang merasakan sakit. Paling kesakitan pas dibersiin lukanya sama suster.Setelah itu ketawa-ketawa lagi. Alhamdulillah pas disuapin udah mau makan, tapi agak repot tiap kali mau diminumin obat. Parahnya, dia udah ga betah digendong, maunya turun minta jalan, tapi dilarang sama suster darah di lukanya keluar lagi. So, musti rajin-rajin bujukin dia biar ga minta jalan.
Jam 5 sore, setelah membereskan semua urusan administrasi, kami pulang. Sampai di rumah, El kegirangan banget, kayaknya udah kangen berat sama rumah, dan yang pasti udah kangen sama aktivitas di rumah yaitu ‘jalan-jalan keliling kebon’. Badannya berontak tiap digendong, maunya turun minta jalan. Berhubung udah ga bisa dibujuk, terpaksa kami turunkan. Setelah kakinya nyentuh tanah langsung tuh anak tanpa ngerasain sakit. Karena takut lukanya kena debu, dan berhubung ga bis pakai celana dan kain sarung, so sementara El Fatta berubah kayak cewe coz pake roknya kak Bila, temen maen El. Gpp lah untuk sementara berubah kayak cewe, asal ga keterusan,hehehe.
Semua kekhawatiran Alhamdulillah sudah terlewati dengan selamat. Alhamdulillah semua ketakutan yang berlebihan ternyata tidak terjadi. Semuanya baik-baik saja, semuanya bisa dijalani dan duhadapi. Yang penting semua kita pasrahkan dan berdo’a yang terbaik memohon kepada Alloh SWT.
Apabila ada pembaca yang mengalami kasus yang sama dengan El Fatta, semoga pengalaman kami ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam mengambil keputusan. Pada prinsipnya kita ingin yang terbaik untuk anak-anak kita. Semoga mereka bisa tumbuh dengan sehat dan bahagia.
Rabu, 11 Juni 2008
Week End
El Fatta Berbagi
Berhubung El baru 1 tahun, dia pasti belum ngerti apa itu “Ulang Tahun”. So, mama papa sengaja engga ngadain acara yang formal untuk merayakan ulang tahunnya. Jadi kita ngadain syukuran aja dengan bagi-bagi kue ke tetangga kiri kanan. Yang bagiin El Fatta langsung lho, so Alhamdulillah bisa diterima dengan baik sama tetangga, sekalian dapet banyak do’a dari mereka untuk El Fatta.
Sebagai tanda terima kasih El Fatta pada Mbak Leha n Mbak Nur yang udah nemenin El selama ini, El berbagi voucher belanja buat si mbak. Semoga Mbak Leha n Mbak Nur tambah betah n sayang sama El.

Jalan-Jalan ke Margo City

Abis El Fatta berbagi, siangnya kita jalan ke Margo City, mau traktir makan Leha n mbak Nur. Pilihannya makan di Solaria, pilihan menunya standard aja. Klo mama sih emang lagi ngidam mie gorengnya. Ternyata rasanya tidak seenak yang biasa mama beli di solaria Oil Centre Thamrin. El Fatta ikut makan menu solaria juga, si El memesan sup ayam tapi nasinya bawa dari rumah, secara dia masih harus makan nasi lembek,hehehehe.

Lucu juga kelakuan si El di Margo. Mintanya naik turun eskalator, trus pas di lantai dasar kayaknya dia terheran-heran melihat langit-langit gedung yang tinggi, kali dia pikir “kok ga ada cicaknya ya di sini”, secara dia paling demen ngeliat cicak di langit-langit rumah.
Abis makan dari solaria, mama papa ngajakin El ke area permainan yang di depan Giant. Tuh bocah ga ada takutnya nyobain semua permainan. Mama papa jadi kegelian sendiri ngeliat tampangnya yang serius banget nyobain permainannya. Mama papa mesti sering-sering neh ngajakin El ke tempat permaenan.
Abis puas maen kita langsung menuju ke rumah oma & opa cause udah ditunggu-tunggu titipan JCOnya.
Kado Ultah El
El Fatta dapet kado ultah neh dari om & tante, mbak leha & mbak nur, and of course dari mama & papa. Mama papa ngasih El sepeda roda empat. Alasannya, karena tuh anak selama ini mupeng banget klo ngeliat anak kecil lain yang lagi maen sepeda. Trus, tiap kali maen ke tempat kakak Bila yang diobok-obok pasti sepedanya Kak Bila, engga tertarik sama maenan lainnya. Agak berisiko juga sih beliin sepeda model begitu, secara keseimbangan dia masih labil, takut jatuh dari seped doang. Tapi gpp lah biar ntar rada gedean dikit masih bisa terus kepake. Sengaja engga beliin sepeda plastik yang bisa didorong, secara El fatta tipe bosenan klo naik sesuatu tapi dianya diem aja.

Nengokin Rumah ke Puri Bali
Wiken hari minggunya kita maen ke Puri Bali. Dah sebulan ga nengokin rumah cause kemaren2 sibuk ngurusin El yang sakit. Unfortunately perjalanan ke puri bali rada2 terganggu cause El kambuh ngadatnya. Kayaknya karena ngantuk makanya dia jadi rewel sepanjang jalan. Untungnya nyampe di puri bali udh engga rewel lagi.
Progress rumah udah lumayan, udah terpasang plafond n udah diplamir (klo ga salah istilahnya). Jalanan depan rumah juga dah kelar di paving. Udah banyak rumah di Blok D yang udah pada jadi. Kayaknya blok rumahku yang paling belakang jadinya. Gpp lah telat-telat dikit, secara mau nempatinnya juga baru tahun depan. Semoga ke depannya pembangunan rumah dapat berjalan dengan lancar.
Pulang dari puri bali seperti biasa mampir dulu ke tempat makan di daerah parung, beliin semur jengkol titipan tante & oma, hmmmmmm nyampe rumah oma semur jengkolnya mantap disantap dengan nasi uduk n ayam goreng.
Well, week end kali ini padet banget acaranya. Capek banget, tapi seneng banget bisa ngerayain bareng special momentnya El Fatta. Semoga mama papa bisa selalu membahagiakan El Fatta, demikian juga sebaliknya.
Rabu, 04 Juni 2008
1st Birthday of El Fatta
Happy Birthday El Fatta...Alhamdulillah, ga berasa setahun sudah hari-hari bersama El Fatta. Suka duka berbaur menjadi sebuah kebahagiaan. Kehadirannya begitu berarti bagi kami sekeluarga.
El Fatta Kasawilaga terlahir setahun yang lalu, hari Selasa tanggal 5 Juni 2007 jam 20.22 di RSIA Hermina Depok. Masih teringat di benak mama gimana perjuangan melahirkan El Fatta, trus gimana hebohnya saat-saat pertama kehadirannya di rumah kami. Yang pasti 2 bulan pertama mama stres berat karena masih terkaget-kaget dengan ritme kehidupan yang baru, cause mama yang biasanya hobi tidur 100 persen harus mengorbankan hobi mama itu. Belum lagi ketidakpedean dan ketidaklihaian mama dalam menggendong, memandikan, memakaikan baju, menyusui membuat mama semakin down.
Tapi Alhamdulillah bulan demi bulan berlalu, El Fatta terus tumbuh menjadi anak yang lucu, pintar, dan menggemaskan, yang bisa jadi maenan buat mama sama papa. Di usianya yang 1 tahun sekarang El udah mulai bisa ngomong, jalan, n banyak bercadanya, pokoknya lagi lucu-lucunya deh.
Untuk El Fatta, selamat mengarungi dunia barumu, semoga menjadi anak yang sehat, selalu ceria dan bahagia, menjadi anak yang cerdas, sholeh dan bisa membahagiakan orang lain. Mama papa akan selalu berdo'a untukmu, akan membesarkanmu dengan tulus dan ikhlas, akan selalu menyayangimu, dan InsyaAllah akan selalu membahagiakanmu.
Happy Birthday El Fatta...
Wish you all the best
Selasa, 20 Mei 2008
Seminggu yang Melelahkan
Seminggu terhitung sejak tanggal 9 Mei adalah hari-hari yang melelahkan. Seumur-umur baru ngadepin sekali ini anak panas tinggi dan lama. El fatta tiba-tiba badannya mulai panas pas abis tidur siang tanggal 9 Mei kemaren, trus berlanjut sampai Sabtu, Minggu, Senin. Kami udah nganter dia ke dokter hari Sabtunya tanggal 10. Dokter juga masih menduga-duga penyebab panasnya, kemungkinan karena infeksi saluran kencing, infeksi ruam kulitnya, or nyeri mau tumbuh gigi, ga ketinggalan DBD jadi suspect juga. So, untuk memastikan, dokter menyarankan kami untuk tes darah si El hari Seninnya untuk ngeliat kecenderungan DBD or not. Sepanjang Sabtu dan Minggu, panasnya naik turun, kecenderungan panas pada waktu malam, so tiap malem mama, papa, leha giliran gendongin si El cause tuh bocah ga mau ditaro. Sempet ngeri juga pas ngeliat dia sering gelagepan (kaget) pas waktu tidur. Usaha kami Cuma sebatas ngasih obat turun panas n dipopolin sama mentimun.
Senin
Hari Senin tanggal 12 Mei, mama n leha nganter El tes darah. Hasilnya kurang menggembirakan. Trombosit El 142.000/mm3, di bawah minimum standar normalnya yaitu 150.000/mm3. So, setelah hasil lab diserahkan ke dokter, dokter suggest agar El dirawat inap untuk observasi DBD. Mama sih ga yakin dia DBD, menurutku mungkin kecenderungan anak yang sakit trombositnya akan turun. Tapi demi ketenangan bersama, so mama papa memutuskan El untuk dirawat.
Jam 21.00 setelah nunggu papa pulang kantor, kami rame2 nganterin El ke RSIA Graha Permata Ibu, sengaja milih RS yang deket rumah supaya bisa bolak-balik ke rumah klo ada hal-hal yang dibutuhkan. Jam segitu RS udah lumayan sepi, kami registrasi dulu untuk milih kamar. Kami prefer milih kamar kelas I, unfortunately kelas I abis, pilihannya Cuma tinggal kelas III n VIP, duuh pilihan yang sulit. Klo ngambil kelas III dijamin ga nyaman cause sekamar 5 orang. Gw kebayang klo dia rewel pasti ngeganggu pasien lain. Sempet kepikiran mau ke Hermina aja, tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami mutusin untuk tetep di Graha Permata Ibu aja, dan dengan terpaksa ngambil yang VIP, gpp deh demi kenyamanan bersama. Setelah registrasi kami nganter El kami IGD untuk pasang infus. Duuuh, saat-saat yang mendebarkan, semua orang ga berani ngeliatin El di pasang infusnya, termasuk papa. So, akhirnya mama sama opa yang nemenin El pasang infus. Ga tega rasanya ngeliat El nangis meronta-ronta ketakutan n kesakamin, semoga seumur-umur dia diinfus sekali ini aja. Setelah infus terpasang dan langsung mama gendong akhirnya dia bisa tenang, trus kami langsung nganter El ke kamarnya. Tuh anak dah kecapean nangis kayaknya, mama taruh di tempat tidur langsung tertidur pulas sepanjang malam, sesekali ngigau keingetan pas dipasang infus. Malam ini yang jaga mama sama papa, so leha, nur, n opa bisa pulang.
Selasa
Malamnya dokter visit, ngeliat ruam-ruam merahnya dugaan mengarah ke campak or rubella, tapi dia masih pengen observasi lebih lanjut. Malam ini yang jaga gantian mama, leha sama nur. Papa tidur sendiri di rumah cause besok papa masuk kerja.
Rabu
El tertidur pules (infus dah dilepas)
Berdo'a untuk El
Kondisi El udah tambah membaik, trombositnya naik jadi 148.000. Alhamdulillah infus udah boleh dilepas. Sebenarnya mama udah pengen ngajakin pulang hari ini. Tapi masih ragu juga cause dokter juga belum ngijinin kami pulang. Secara El udah sehat n bawaannya pengen maen, so setelah infus dilepas, mama umbar aja si El di ruangan. Kayaknya dia baru ngeh klo dia berada di tempat baru. So, jadi norak deh anak gw. Semua-mua yang ada di ruangan pengen dia pegang, dan ekspresi mukanya kegirangan. Yo wislah, mama pikir sekalian liburan buat si El n kita2. Mama sih betah2 aja di RS, tapi budgetnya bo,hehehehe, bisa bengkak neh. Malam ini niatnya yang jaga mama, leha, n nur, ternyata papa pengen gabung juga, hehehe takut kali ya si papa tidur sendirian di rumah.
Nyari makanan di kulkas
Kamis
Kondisi El yang pasti udah sehat banget n ruam-ruam merahnya udah rata sekujur tubuh. Klo memang ini campak, or rubella or temennya berarti udah keluar semua di seluruh badan. Duh tapi BeTe banget cause dokter belum ngijinin kita pulang juga. Alesannya karena trombositnya turun lagi jadi 134.000, takutnya beneran DB. Please deh, menurut gw itu udah jelas klo bukan DB. Mama jadi sewot juga cause kesannya dokter mengulur ngulur waktu, padahal cuma observsi doang, no action anymore. Pertimbngan kami cuma efisiensi, efisiensi waktu dan biaya. Klo dah sehat n bisa pulang khan mama bisa hemat cuti. Akhirnya dengan bantuan opa, kami bilang ke dokter n mutusin untuk keluar hari itu. So, sebagai gantinya, El masih disuruh rawat jalan untuk tes darah lagi. Yo wislah yang penting keluar dulu, bosen juga berlama-lama di RS.
Maen dulu di bathtube
Jum’at
Mama udah masuk kantor lagi. So, yang nganter El tes darah si leha dijemput sama opa. Niatnya mau ngasih hasil lab ke dokter malam harinya. Tapi berhubung mama pulang kantornya kemaleman, jadi ditunda sampai hari sabtu pagi aja.
Sabtu
Hari sabtunya mama ngambil hasil tes darah sekalian kontrol ke dokternya. Alhamdulillah trombositnya udah diatas normal. Kata dokter udah ga ada masalah. Berdasarkan resume dokter, diagnosa penyakit El adalah morbili.
Alhamdulillah semua udah beres, yang terpenting El udah sehat. Hikmahnya sejak El sakit, mama , papa, leha, nur dan semuanya jadi tambah sayang sama El. Jadi berasa betapa berharganya El Fatta dalam hidup kami. Kami ingin menjaga dan merawat El dengan sebaik-baiknya. Terima Kasih ya Allah telah Engkau Anugerahkan seorang yang sangat istimewa dalam keluarga kami. Semoga Engkau tetap mempercayakan El Fatta kepada kami, Amien.
