Selasa, 22 Juli 2008

Fimosis dan Operasi Sirkumsisi (Khitan)

Dua minggu yang lalu El Fatta panas lagi selama 4 hari berturut-turut. Yang bikin trauma, panasnya mencapai 41,5o C. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui penyimpangan jumlah leukosit sebesar 14.200/ul, dari jumlah normalnya berkisar antara 4.500 – 11.000/ul. Jumlah leukosit yang diatas ambang batas normal menunjukkan adanya virus atau infeksi dalam tubuh. Berdasarkan diagnosa DSA nya di Hermina Depok, kemungkinan disebabkan oleh infeksi saluran kencing karena fimosis dan balanitis. Fimosis adalah keadaan dimana kulit “titit” (preputium) melekat pada bagian kepala “titit” (glans) dan mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran air seni, sehingga bayi dan anak kesulitan dan kesakitan saat kencing. Sementara balanitis adalah kondisi terjadinya infeksi pada ujung “titit”. Infeksi terjadi karena preputium yang melekat pada glans menyebabkan cairan smegma (cairan putih kental) yang biasanya mengumpul diantara kulit kulup dan kepala “titit” akan tertimbun di tempat itu, sehingga mudah sekali terjadi infeksi. Menurut dokter, jika fimosis dibiarkan maka kotoran-kotoran yang tertinggal di ujung “titit” akan sering menimbulkan infeksi, akibatnya anak menjadi sering panas dan nafsu makannya akan turun. DSA nya menyarankan agar dilakukan khitan/sunat/sirkumsisi sebagai jalan keluar atas kondisi fimosis dan balanitis tersebut. Maka dibuatkanlah rujukan kepada dokter spesialis bedah anak di RS yang sama untuk konsultasi lebih lanjut. Jujur saja, kami sekeluarga tidak tega jika El Fatta dikhitan pada usianya yang masih 13 bulan. Terbayang bagaimana penderitaannya harus menahan sakit pasca operasi. Tetapi dengan pertimbangan demi kebaikan El, maka mau ga mau, tega ga tega, kami niatkan El untuk dikhitan.

Akhirnya, pada 16 Juli 2008 kemaren, kami putuskan untuk berkonsultasi dengan dokter bedah anak di RSIA Hermina Depok. Berdasarkan observasi dokter, kondisi fimosis memang terjadi pada El Fatta. Solusinya adalah dikhitan. Ada cara lain selain dikhitan yaitu dilatasi (pelebaran), namun potensi fimosis bisa terjadi lagi. Jadi keluarga memutuskan untuk dikhitan aja sekalian. Selanjutnya kami membuat janji dengan dokter untuk pelaksanaan operasi sirkumsisi (khitan) pada tanggal 18 Juli 2008 jam 17.30. Selanjutnya kami memesan kamar dan pengambilan darah el untuk pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari prosedur pra operasi sirkumsisi.

Keesokan harinya (17/7) kami mengambil hasil laboratorium dan menyerahkannya ke dokter anestasi. Menurut dokter anestasi, hasil laboratorium El baik-baik saja untuk dilakukan bius total pada saat operasi sirkumsisi. Selanjutnya, dokter anestasi menjelaskan kelebihan, kekurangan, dan risiko dari bius total. Mama sempet menanyakan juga mengenai alergi obat bius yang pernah mama baca di internet yang menyebabkan seorang anak meninggal karena bius total pada saat operasi sirkumsisi. Kata dokter, kemungkinan tersebut sangat kecil. Selanjutnya, dokter mengharuskan El untuk puasa 4 jam sebelum operasi untuk menghindari terjadinya muntah yang masuk dapat masuk ke saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan gangguan respirasi pada saat pembiusan.

Akhirnya, hari yang mendebarkan tiba. Hari Jum’at tanggal 19 Juli kami bersiap-siap untuk mengantar El ke Hermina. Tambah siang mama tambah deg-degan aja. Dari jam setengah 12 siang El udah berhenti makan makanan padat, termasuk susu. Tapi masih boleh minum air putih sampai jam setengah 3. Jam 2 siang, kami sekeluarga (mama, papa, opa, akung, uti, leha) nganter El ke Hermina. Setelah lapor ke bagian pendaftaran, kami dianter ke bagian bedah untuk mengisi form persetujuan operasi selanjutnya ke bagian keperawatan ngambil kunci kamar. Sambil nunggu jam setengah 6 sore, kami istirahat dulu di kamar, santai-santai dulu untuk menghilangkan stress. Tapi Elnya ga mau diem, maunya jalan-jalan.

Istirahat dulu di kamar


Menjelang jam 4 sore El sudah mulai kelapern dan kehausan. Pas ngeliat orang makan di ruang tunggu, tangain pengen ngeraih tuh makanan, trus ada anak kecil yang lagi nyusu botol, lagi-lagi si El ngeliatin dan tangannya pengen ngeraih botol susunya. Prihatin banget ngeliat El yang lagi puasa. Alhasil dia rewel selama jam-jam penantian sebelum operasi. Menjelang jam 5 sore, El Fatta disuruh ganti baju bedah, lucu banget, jadi kayak casper cause bajunya kegedean. Rencananya mau diinfus untuk memasukkan obat biusnya. Alhamdulillah ga jadi lewat infus karena obat biusnya dilakukan melalui semacam penguapan.


Pake Baju bedah
Sambil menunggu El dipanggil, kami bergantian membujuk El agar ga rewel karena dah kelaperan dan kehausan. Sampai akhirnya jam 17.50, El dipanggil untuk masuk kemar operasi. El ditemanin papa masuk ke mar operasi, kami sekeluarga menunggu di luar. Papa menemani El sampai tahap pembiusan saja. Pada saat pembedahan, keluarga tidak diijinkan masuk ke kamar operasi.
Sambil menunggu El operasi, kebetulan saat adzan maghrib, jadi sekalian sholat maghrib dan berdo’a untuk kelncaran proses operasi El. Setelah sekitar 20 menit-an berada di kamar operasi, akhirnya keluarga dipanggil untuk menemui El. Alhamdulillah pada saat kami menemui El, dia sudah sadar tapi belum sadar penuh. Dia sedang menagis kesakitan, tapi matanya masih merem. Mama sempet ciut juga pas ngeliat hasil operasinya, tititnya masih berdarah-darah, rasanya ngilu banget ngeliatnya. Berhubung sudah boleh diberi minum, mama langsung mwmbuatkan susu. Badannya masih berontak, jadi dia tiduran sambil dipegangin. Untuk menenangkan dia, mama gendong El, nangisnya berhenti sejenak. Ternyata setelah mama gendong dia langsung BAB dan kencing juga meluncur membasahi tembok ruang pemulihan,hehehe. Setelah BAB dan kencing, nangisnya masih meronta-ronta. Akhirnya mama bawa jalan ke depan ruang pemulihan , sambil dikipas-kipas “titit”nya sama Uti. Di situ dia mulai tenang, sepertinya dia trauma melihat suster dan ruang pemulihan. Setelah mengais selama +/- 30 menit, akhirnya dia kecapean dan ketiduran. Alhamdulillah, paling ga, dengan tidur dia tidak merasakan sakit. Setelah itu kami diijinkan untuk pindah ke kamar rawat inap.

Di kamar, mama gendong El terus. mama coba tidurin dia di bed tapi dia langsung berasa dan nangis. So, semaleman mama pangkuin El. Untungnya mama bisa sambil nonton Final Mamamia di Indosiar dan Indonesian Idol, jadi ga berasa menghabiskan waktu sambil memangku si El. Alhamdulillah semaleman El tidak terlalu rewel, sesekali terbangun dan menangis, tetapi setelah ditimang-timang dan dikipas-kipas lukanya dia tertidur lagi. Malam itu kami sekeluarga nginep di kamar RS nemenin El.

Keesekon harinya dia sudah bisa ketawa, seperti tidak sedang merasakan sakit. Paling kesakitan pas dibersiin lukanya sama suster.Setelah itu ketawa-ketawa lagi. Alhamdulillah pas disuapin udah mau makan, tapi agak repot tiap kali mau diminumin obat. Parahnya, dia udah ga betah digendong, maunya turun minta jalan, tapi dilarang sama suster darah di lukanya keluar lagi. So, musti rajin-rajin bujukin dia biar ga minta jalan.
Jam 5 sore, setelah membereskan semua urusan administrasi, kami pulang. Sampai di rumah, El kegirangan banget, kayaknya udah kangen berat sama rumah, dan yang pasti udah kangen sama aktivitas di rumah yaitu ‘jalan-jalan keliling kebon’. Badannya berontak tiap digendong, maunya turun minta jalan. Berhubung udah ga bisa dibujuk, terpaksa kami turunkan. Setelah kakinya nyentuh tanah langsung tuh anak tanpa ngerasain sakit. Karena takut lukanya kena debu, dan berhubung ga bis pakai celana dan kain sarung, so sementara El Fatta berubah kayak cewe coz pake roknya kak Bila, temen maen El. Gpp lah untuk sementara berubah kayak cewe, asal ga keterusan,hehehe.
Pake Roknya Kak Bila,hehehe
Alhamdulillah sampai kontrol hari Senin kemaren (21/7) kata dokter semua baik-baik saja, sudah mulai kering dan boleh dimandikan pas hari Rabu/Kamisnya.

Semua kekhawatiran Alhamdulillah sudah terlewati dengan selamat. Alhamdulillah semua ketakutan yang berlebihan ternyata tidak terjadi. Semuanya baik-baik saja, semuanya bisa dijalani dan duhadapi. Yang penting semua kita pasrahkan dan berdo’a yang terbaik memohon kepada Alloh SWT.

Apabila ada pembaca yang mengalami kasus yang sama dengan El Fatta, semoga pengalaman kami ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam mengambil keputusan. Pada prinsipnya kita ingin yang terbaik untuk anak-anak kita. Semoga mereka bisa tumbuh dengan sehat dan bahagia.

Rabu, 11 Juni 2008

Week End

Week end tanggal 7-8 kemaren agendanya adalah merayakan Ultah El Fatta. Sebenarnya engga ngadain acara apa-apa, sekedar bagi-bagi kue ke tetangga n makan-makan bareng keluarga.

El Fatta Berbagi


Berhubung El baru 1 tahun, dia pasti belum ngerti apa itu “Ulang Tahun”. So, mama papa sengaja engga ngadain acara yang formal untuk merayakan ulang tahunnya. Jadi kita ngadain syukuran aja dengan bagi-bagi kue ke tetangga kiri kanan. Yang bagiin El Fatta langsung lho, so Alhamdulillah bisa diterima dengan baik sama tetangga, sekalian dapet banyak do’a dari mereka untuk El Fatta.

Sebagai tanda terima kasih El Fatta pada Mbak Leha n Mbak Nur yang udah nemenin El selama ini, El berbagi voucher belanja buat si mbak. Semoga Mbak Leha n Mbak Nur tambah betah n sayang sama El.

Jalan-Jalan ke Margo City


Abis El Fatta berbagi, siangnya kita jalan ke Margo City, mau traktir makan Leha n mbak Nur. Pilihannya makan di Solaria, pilihan menunya standard aja. Klo mama sih emang lagi ngidam mie gorengnya. Ternyata rasanya tidak seenak yang biasa mama beli di solaria Oil Centre Thamrin. El Fatta ikut makan menu solaria juga, si El memesan sup ayam tapi nasinya bawa dari rumah, secara dia masih harus makan nasi lembek,hehehehe.


Lucu juga kelakuan si El di Margo. Mintanya naik turun eskalator, trus pas di lantai dasar kayaknya dia terheran-heran melihat langit-langit gedung yang tinggi, kali dia pikir “kok ga ada cicaknya ya di sini”, secara dia paling demen ngeliat cicak di langit-langit rumah.

Abis makan dari solaria, mama papa ngajakin El ke area permainan yang di depan Giant. Tuh bocah ga ada takutnya nyobain semua permainan. Mama papa jadi kegelian sendiri ngeliat tampangnya yang serius banget nyobain permainannya. Mama papa mesti sering-sering neh ngajakin El ke tempat permaenan.

Abis puas maen kita langsung menuju ke rumah oma & opa cause udah ditunggu-tunggu titipan JCOnya.

Kado Ultah El


El Fatta dapet kado ultah neh dari om & tante, mbak leha & mbak nur, and of course dari mama & papa. Mama papa ngasih El sepeda roda empat. Alasannya, karena tuh anak selama ini mupeng banget klo ngeliat anak kecil lain yang lagi maen sepeda. Trus, tiap kali maen ke tempat kakak Bila yang diobok-obok pasti sepedanya Kak Bila, engga tertarik sama maenan lainnya. Agak berisiko juga sih beliin sepeda model begitu, secara keseimbangan dia masih labil, takut jatuh dari seped doang. Tapi gpp lah biar ntar rada gedean dikit masih bisa terus kepake. Sengaja engga beliin sepeda plastik yang bisa didorong, secara El fatta tipe bosenan klo naik sesuatu tapi dianya diem aja.

Nengokin Rumah ke Puri Bali


Wiken hari minggunya kita maen ke Puri Bali. Dah sebulan ga nengokin rumah cause kemaren2 sibuk ngurusin El yang sakit. Unfortunately perjalanan ke puri bali rada2 terganggu cause El kambuh ngadatnya. Kayaknya karena ngantuk makanya dia jadi rewel sepanjang jalan. Untungnya nyampe di puri bali udh engga rewel lagi.

Progress rumah udah lumayan, udah terpasang plafond n udah diplamir (klo ga salah istilahnya). Jalanan depan rumah juga dah kelar di paving. Udah banyak rumah di Blok D yang udah pada jadi. Kayaknya blok rumahku yang paling belakang jadinya. Gpp lah telat-telat dikit, secara mau nempatinnya juga baru tahun depan. Semoga ke depannya pembangunan rumah dapat berjalan dengan lancar.

Pulang dari puri bali seperti biasa mampir dulu ke tempat makan di daerah parung, beliin semur jengkol titipan tante & oma, hmmmmmm nyampe rumah oma semur jengkolnya mantap disantap dengan nasi uduk n ayam goreng.

Well, week end kali ini padet banget acaranya. Capek banget, tapi seneng banget bisa ngerayain bareng special momentnya El Fatta. Semoga mama papa bisa selalu membahagiakan El Fatta, demikian juga sebaliknya.

Rabu, 04 Juni 2008

1st Birthday of El Fatta

Happy Birthday El Fatta...
Alhamdulillah, ga berasa setahun sudah hari-hari bersama El Fatta. Suka duka berbaur menjadi sebuah kebahagiaan. Kehadirannya begitu berarti bagi kami sekeluarga.

El Fatta Kasawilaga terlahir setahun yang lalu, hari Selasa tanggal 5 Juni 2007 jam 20.22 di RSIA Hermina Depok. Masih teringat di benak mama gimana perjuangan melahirkan El Fatta, trus gimana hebohnya saat-saat pertama kehadirannya di rumah kami. Yang pasti 2 bulan pertama mama stres berat karena masih terkaget-kaget dengan ritme kehidupan yang baru, cause mama yang biasanya hobi tidur 100 persen harus mengorbankan hobi mama itu. Belum lagi ketidakpedean dan ketidaklihaian mama dalam menggendong, memandikan, memakaikan baju, menyusui membuat mama semakin down.

Tapi Alhamdulillah bulan demi bulan berlalu, El Fatta terus tumbuh menjadi anak yang lucu, pintar, dan menggemaskan, yang bisa jadi maenan buat mama sama papa. Di usianya yang 1 tahun sekarang El udah mulai bisa ngomong, jalan, n banyak bercadanya, pokoknya lagi lucu-lucunya deh.

Untuk El Fatta, selamat mengarungi dunia barumu, semoga menjadi anak yang sehat, selalu ceria dan bahagia, menjadi anak yang cerdas, sholeh dan bisa membahagiakan orang lain. Mama papa akan selalu berdo'a untukmu, akan membesarkanmu dengan tulus dan ikhlas, akan selalu menyayangimu, dan InsyaAllah akan selalu membahagiakanmu.

Happy Birthday El Fatta...
Wish you all the best

Selasa, 20 Mei 2008

Seminggu yang Melelahkan

Jum’at, Sabtu, Minggu
Seminggu terhitung sejak tanggal 9 Mei adalah hari-hari yang melelahkan. Seumur-umur baru ngadepin sekali ini anak panas tinggi dan lama. El fatta tiba-tiba badannya mulai panas pas abis tidur siang tanggal 9 Mei kemaren, trus berlanjut sampai Sabtu, Minggu, Senin. Kami udah nganter dia ke dokter hari Sabtunya tanggal 10. Dokter juga masih menduga-duga penyebab panasnya, kemungkinan karena infeksi saluran kencing, infeksi ruam kulitnya, or nyeri mau tumbuh gigi, ga ketinggalan DBD jadi suspect juga. So, untuk memastikan, dokter menyarankan kami untuk tes darah si El hari Seninnya untuk ngeliat kecenderungan DBD or not. Sepanjang Sabtu dan Minggu, panasnya naik turun, kecenderungan panas pada waktu malam, so tiap malem mama, papa, leha giliran gendongin si El cause tuh bocah ga mau ditaro. Sempet ngeri juga pas ngeliat dia sering gelagepan (kaget) pas waktu tidur. Usaha kami Cuma sebatas ngasih obat turun panas n dipopolin sama mentimun.

Senin
Hari Senin tanggal 12 Mei, mama n leha nganter El tes darah. Hasilnya kurang menggembirakan. Trombosit El 142.000/mm3, di bawah minimum standar normalnya yaitu 150.000/mm3. So, setelah hasil lab diserahkan ke dokter, dokter suggest agar El dirawat inap untuk observasi DBD. Mama sih ga yakin dia DBD, menurutku mungkin kecenderungan anak yang sakit trombositnya akan turun. Tapi demi ketenangan bersama, so mama papa memutuskan El untuk dirawat.

Jam 21.00 setelah nunggu papa pulang kantor, kami rame2 nganterin El ke RSIA Graha Permata Ibu, sengaja milih RS yang deket rumah supaya bisa bolak-balik ke rumah klo ada hal-hal yang dibutuhkan. Jam segitu RS udah lumayan sepi, kami registrasi dulu untuk milih kamar. Kami prefer milih kamar kelas I, unfortunately kelas I abis, pilihannya Cuma tinggal kelas III n VIP, duuh pilihan yang sulit. Klo ngambil kelas III dijamin ga nyaman cause sekamar 5 orang. Gw kebayang klo dia rewel pasti ngeganggu pasien lain. Sempet kepikiran mau ke Hermina aja, tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami mutusin untuk tetep di Graha Permata Ibu aja, dan dengan terpaksa ngambil yang VIP, gpp deh demi kenyamanan bersama. Setelah registrasi kami nganter El kami IGD untuk pasang infus. Duuuh, saat-saat yang mendebarkan, semua orang ga berani ngeliatin El di pasang infusnya, termasuk papa. So, akhirnya mama sama opa yang nemenin El pasang infus. Ga tega rasanya ngeliat El nangis meronta-ronta ketakutan n kesakamin, semoga seumur-umur dia diinfus sekali ini aja. Setelah infus terpasang dan langsung mama gendong akhirnya dia bisa tenang, trus kami langsung nganter El ke kamarnya. Tuh anak dah kecapean nangis kayaknya, mama taruh di tempat tidur langsung tertidur pulas sepanjang malam, sesekali ngigau keingetan pas dipasang infus. Malam ini yang jaga mama sama papa, so leha, nur, n opa bisa pulang.

Selasa
Hari selasa, papa cuti, ikut jagain si El di RS. So, hari itu semua ngumpul. Leha sama mbak nur kayaknya betah tinggal di RS. Kondisi El hari Selasa udah ga panas sama sekali. Trombositnya naik dikit tapi masih dibawah normal. Siangnya mulai timbul ruam merah di wajahnya. Mama makin yakin klo ini bukan DB, apalagi El kondisinya aktif sepanjang hari, klo lagi kebangun pengennya diajak jalan-jalan. So, agak ribet juga ngajak El jalan-jalan sambil nenteng infusnya. Hari itu El banyak yang besuk, temennya papa, sahabat El si Bila n mamanya, trus oma opa sama om pasti.
Malamnya dokter visit, ngeliat ruam-ruam merahnya dugaan mengarah ke campak or rubella, tapi dia masih pengen observasi lebih lanjut. Malam ini yang jaga gantian mama, leha sama nur. Papa tidur sendiri di rumah cause besok papa masuk kerja.

Rabu

El tertidur pules (infus dah dilepas)

Berdo'a untuk El
Kondisi El udah tambah membaik, trombositnya naik jadi 148.000. Alhamdulillah infus udah boleh dilepas. Sebenarnya mama udah pengen ngajakin pulang hari ini. Tapi masih ragu juga cause dokter juga belum ngijinin kami pulang. Secara El udah sehat n bawaannya pengen maen, so setelah infus dilepas, mama umbar aja si El di ruangan. Kayaknya dia baru ngeh klo dia berada di tempat baru. So, jadi norak deh anak gw. Semua-mua yang ada di ruangan pengen dia pegang, dan ekspresi mukanya kegirangan. Yo wislah, mama pikir sekalian liburan buat si El n kita2. Mama sih betah2 aja di RS, tapi budgetnya bo,hehehehe, bisa bengkak neh. Malam ini niatnya yang jaga mama, leha, n nur, ternyata papa pengen gabung juga, hehehe takut kali ya si papa tidur sendirian di rumah.

Nyari makanan di kulkas
Kamis
Kondisi El yang pasti udah sehat banget n ruam-ruam merahnya udah rata sekujur tubuh. Klo memang ini campak, or rubella or temennya berarti udah keluar semua di seluruh badan. Duh tapi BeTe banget cause dokter belum ngijinin kita pulang juga. Alesannya karena trombositnya turun lagi jadi 134.000, takutnya beneran DB. Please deh, menurut gw itu udah jelas klo bukan DB. Mama jadi sewot juga cause kesannya dokter mengulur ngulur waktu, padahal cuma observsi doang, no action anymore. Pertimbngan kami cuma efisiensi, efisiensi waktu dan biaya. Klo dah sehat n bisa pulang khan mama bisa hemat cuti. Akhirnya dengan bantuan opa, kami bilang ke dokter n mutusin untuk keluar hari itu. So, sebagai gantinya, El masih disuruh rawat jalan untuk tes darah lagi. Yo wislah yang penting keluar dulu, bosen juga berlama-lama di RS.

Si mbak pengen foto-foto

Mama juga,hehehehe
Nunggu mau pulang

Maen dulu di bathtube
Jum’at
Mama udah masuk kantor lagi. So, yang nganter El tes darah si leha dijemput sama opa. Niatnya mau ngasih hasil lab ke dokter malam harinya. Tapi berhubung mama pulang kantornya kemaleman, jadi ditunda sampai hari sabtu pagi aja.

Sabtu
Hari sabtunya mama ngambil hasil tes darah sekalian kontrol ke dokternya. Alhamdulillah trombositnya udah diatas normal. Kata dokter udah ga ada masalah. Berdasarkan resume dokter, diagnosa penyakit El adalah morbili.

Alhamdulillah semua udah beres, yang terpenting El udah sehat. Hikmahnya sejak El sakit, mama , papa, leha, nur dan semuanya jadi tambah sayang sama El. Jadi berasa betapa berharganya El Fatta dalam hidup kami. Kami ingin menjaga dan merawat El dengan sebaik-baiknya. Terima Kasih ya Allah telah Engkau Anugerahkan seorang yang sangat istimewa dalam keluarga kami. Semoga Engkau tetap mempercayakan El Fatta kepada kami, Amien.

Selasa, 15 April 2008

Ultah Mama



Hari ini tanggal 16 April, Mama Ultah. Alhamdulillah masih dipertemukan dengan usia 28 tahun, Mama cuma pengen mengucapkan syukur kepada Alloh yang telah memberikan segala nikmat dan karunianya. Kebahagiaan terbesar di usia 28 tahun ini adalah telah dipertemukannya mama dengan my beloved family, papa dan el fatta yng telah membuat hidupku menjadi lebih berwarna. Harapanku ke depan, semoga di usia 28 tahun ini bisa menjadikanku lebih dewasa dan bijaksana. Semoga sisa umurku bisa lebih bermanfaat untuk keluargaku dan orang lain. Semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan kebahagiaan, rizki, kesehatan, dan keselamatan untukku dan keluarga,amien.
Thanks buat papa yang udah ngasih sesuatu ke Mama,hehehehe.

Rabu, 26 Maret 2008

Tamansari Puri Bali

Pengen sekedar sharing aja, semoga ada yang berminat biar menambah tetangga baruku,hehehehe.

Sekilas Tamansari Puri Bali

Tamansari Puri Bali lokasinya di Jl. Raya Sawangan Ciputat Km 1 Depok. Klo dari Depok ke arah sawangan mentok sampai pertigaan bojongsari trus belok kanan ke Jl. Raya Sawangan – Ciputat +/- 200 m.

Lokasi

Pengembangnya adalah Wijaya Karya (Wika) Realty. Saat ini sudah terbangun dan terhuni 2 cluster (banjar) yaitu Banjar Bedugul (Blok C) dan Banjar Taman Ayun (Blok B). Yang masih dalam progress pembangunan termasuk rumahku yaitu Banjar Tabanan (Blok D). Untuk ketiga Banjar tersebut sepertinya sudah sold out. Yang sedang dipasarkan saat ini adalah Banjar Amlapura (Blok E) dengan kisaran harga 200 jt-an untuk LB/LT 38/87.


Banjar Taman Ayun


Banjar Bedugul


Mengapa Memilih Tamansari Puri Bali?

Kelebihan utama TPB terletak pada konsep huniannya yang unik dan artistik. Lingkungannya sangat terkonsep dan tertata rapi. Ini adalah satu-satunya perumahan yang tidak ada gap antara yang gw bayangin (pra survey) dengan wujud nyatanya. Berbeda dengan perumahan lain yang di picturenya bagus tapi kenyataan tidak sesuai dengan bayangan.
Sesuai dengan namanya “Puri Bali”, maka rumah dan landscapenya didesain dengan ornamen-ornamen yang identik dengan Pulau Bali. Misalnya, pohon-pohon yang dipakein sarung kotak-kotak hitam putih ala Bali, trus di tiap-tiap gerbang dan sudut-sudut tertentu terpasang payung khas Bali, dinding pembatas dan gapura yang bercorak bali,dll. Sementara, arsitektur rumah yang Bali banget tampak pada rumah-rumah di Banjar Taman Ayun yang terinspirasi dari bangunan di Karang Asem. Klo di Banjar Bedugul dan Tabanan konsep rumah minimalis tapi bercorak Bali.

Well, semoga ada yang tertarik ya...


View di Banjar Bedugul






Bale-Bale di tiap Banjar


View di Taman Ayun




Model Rumah di Taman Ayun





Model Rumah di Bedugul














Senin, 03 Maret 2008

Jaln-Jalan Bersama El

Hari Minggu kemaren akhirnya sukses juga ngajak El Fatta jalan-jalan. Sempet kapok ngajak si kecil jalan-jalan pake mobil cause dia gampang bosen klo berlama-lama di dalem mobil. Waktu itu pernah ngajak El survey rumah ke Permata Cimanggis dan Permata Depok Regency, engga tau karena dia ngasih "tanda" ke kita klo engga mau tinggal di kedua perumahan tersebut or emang lagi bete berlama-lama di mobil, yang pasti sepanjang perjalanan tuh anak ngadat rewel terus tanpa kompromi. So, sejak itulah kita engga pernah ngajak dia jalan-jalan lagi.
Baru minggu kemaren setelah sempet was-was takut ngadat lagi, akhirnya nekat juga ngajakin si El ke rumah barunya yang baru dibangun di Tamansari Puri Bali sawangan. Surprise deh, tuh bocah anteng banget sepanjang perjalanan, keliatan exciting banget, bolak balik ngeliatin mama papa en mbaknya sambil ketawa. Alhamdulillah akhirnya nyampe juga di Puri Bali, yes kami sudah berhasil satu tahap membawa El jalan-jalan tanpa rewel.
Nyampe di Puri Bali kami langsung menuju lokasi rumah, pengen ngeliat progress pembangunan rumah. Ternyata progressnya belum banyak, hampir sama dengan minggu2 kemaren, baru terpasang kayu rengnya.

Jalanan di Blok D1 udah mulai dibikin, tinggal yang blok D5 aja yang masih berantakan. At least udah ada progress pembangunannya rasanya udah seneng banget ngeliatin calon rumah.
Setelah berpanas-panasan on the spot, akhirnya kita memutuskan untuk segera balik mau nyari makan cause udah kekeringan n laper banget. Alhamdulillah si El masih anteng-anteng aja. Sempet foto-foto dulu di rumah tetangga yang rumahnya udah jadi dan udah dihuni buat nyenengin diri cause belum kesampaian foto-foto di depan rumah sendiri yang udah jadi (engga sabar bo nunggu beberapa bulan lagi).




Seneng banget akhirnya kesampaian juga ngajak si El n si Mbak jalan-jalan ke Puri Bali. Gw juga dah puas ngeliatin calon rumahku ini. Kangen banget dengan suasananya yang Bali banget.



Setelah makan di daerah Parung yang mantep tenan n murah banget, akhirnya balik lagi ke Depok dengan perasaan yang masih harap-harap cemas juga, cemas si El rewel karena ngantuk en cemas takut macet, secara Jalan raya sawangan identik banget dengan kemacetannya.


Ternyata surprise lagi, Si El setelah di elus2 dahinya sama si Leha langsung tertidur pulas sampai rumah. Alhamdulillah semua berjalan lancar, ga macet juga, pokoknya semua menyenangkan deh, bener-bener liburan yang menyenangkan, walaupun jalan-jalan ke sawangan doang,hehehehe. Kesimpulannya, berarti si El emang cocok dengan tuh rumah, syukur deh.