Rabu, 01 Juli 2009
Yang Penting Usaha
Kamis, 28 Mei 2009
Mami - Papi
Ini cerita beberapa minggu yang lalu, sehabis El sakit. Satu minggu lebih El panas demam, badannya lemas ga mau makan dan minum. Sebenarnya sakitnya batuk pilek biasa sih, cuma dahaknya berlebihan jadinya totally dia merasa tidak nyaman. Beberapa hari setelah dia sembuh dari sakitnya, tiba-tiba dia iseng memanggil kami sambil malu-malu:
El : Ma-Mi
Mama : Mami? Apa El?
El : Ma....mi....
Mama : Mama apa Mami
El : Mami
Mama : Klo itu siapa? (sambil nunjuk papa)
El : Papi
Papa : Papa apa Papi
El : Papi
Hahahahahaha, serentak kita ketawa dengan panggilan kami yang baru itu. Yang membuat kami heran, setelah kami tanyakan ke kedua pembantu kami ternyata tidak ada yang ngajarin untuk manggil Mami Papi, trus tetangga kiri kanan juga ga ada yang manggil mami papi. So, dapet ide dari mana yah tuh anak manggil mami papi, jangan2 El suka merhatiin sinetron Cinta Fitri yang memang tiap hari mama ngikutin, secara di sinetron tersebut panggilan di keluarga hutama adalah mami papi. Whatever lah, sejak saat itu El lebih sering memanggil kami dengan sebutan mami papi, sometimes mama papa juga sih, tapi tiap diledekin orang2 dengan pertanyaan “mama atau mami” jawabnya pasti mami. Sampai sekarang kalo ngigau pun manggilnya mami juga, berarti dia memang sangat terobsei dengan panggilan mami papi.
Sebenarnya dari pihak kami, mama papanya, geli banget dengan panggilan itu, engga biasa dan engga suka juga sih coz kastanya belum nyampe untuk dipanggil mami papi, jadinya engga pantes aja, secara panggilan mami papi memang identik dengan panggilan untuk kaum berada. So, sebagai ordinary people yang cuma rakyat jelata ini, agak risih klo el menyebut panggilan tersebut di tempat keramaian. Tapi yo wislah, apa mau dikata, anaknya pengennya manggil mami papi , kali aja ini do’anya El semoga mama papanya memang pantas untuk dipanggil mami papi,hehehehe, amien.
Senin, 16 Maret 2009
Sabtu-Minggu
Sabtu Minggu yang pasti adalah hari favorit semua orang, hari yang paling ditunggu-tunggu. Seperti sekarang ini, baru hari Senin tapi aku sudah merindukan Sabtu Minggu segera datang. Ngapain aja setiap sabtu minggu? Kami sekeluarga tidak pernah punya agenda yang aneh2, paling betah di rumah aja menikmati hari-hari bersama El Fatta. Berhubung tiap sabtu minggu pengasuh El pulang ke suaminya, so dua hari itu el fully sama mama papanya. Rutinitas sabtu pagi dimulai dari el bangun, langsung ngajak jalan2 keliling kompleks dengan mobil-mobilannya, bermaian di tepi sungai di sepanjang boulevard Blok D dan Blok E sambil melempar batu ke sungai, dan tentunya sambil menyuapi el sarapan pagi. Hmmmm, pagi yang indah dengan suara-suara burung berkicau menyambut pagi, dengan hawa yang begitu sejuk dan pemandangan puri bali yang indah, nikmat sekali rasanya.
Sementara mama sibuk bermain dengan el, papa tidak mau ketinggalan dengan hobynya, yaitu ngotak-atik taman depan dan taman belakang. Entah mau diapaian lagi tuh taman, yang pasti setiap minggu selalu ada perubahan kecil di taman akibat ulah papa,hehehehe. Pagi berlalu dan semua sudah mandi dan sarapan, acara sabtu minggu dilanjutkan dengan keliling-keliling di sekitar sawangan, hunting tanaman hias, ikan hias, aksesori rumah, nyari jajanan or belanja bulanan, hingga matahari mulai terik dan kami memilih kembali ke rumah, tidak lupa mampir dulu ke tukang es kelapa di depan jalan masuk puri bali.
Sesampai di rumah sudah disambut dengan hidangan makan siang yang sudah siap disajikan oleh Mpok Mumun, hmmmm makan siang bersama yang begitu nikmat sambil menghilangkan dahaga dengan es kelapa muda. Setelah perut kenyang, acara santai dilanjutkan dengan tidur siang, waktunya depends on jam tidur el fatta, tapi paling susah nidurin tuh bocah pas sabtu minggu coz sepertinya dia tidak mau melewatkan waktunya untuk bermain dengan papa mamanya. So, paling sering mama yang udah molor duluan coz urusan yang satu ini sudah menjadi agenda wajib mama, klo tidak bisa fatal, badan mama bisa sakit semua. Moment yang paling membahagiakan bagi mama klo si el dapat dengan cepat dikondisikan untuk tidur siang, demikian juga dengan papanya coz dua makhluk ini paling susah yang namanya disuruh tidur, padahal tidur itu khan nikmat banget,hehehehehe, secara hemat tenaga dan biaya.
After tidur siang, yang pasti sudah menjelang sore, aktivitas balik lagi seperti kegiatan pagi hari, jalan-jalan lagi bersama el keliling kompleks sambil menyuapi el makan sore. Waktu sore jalanan di kompleks lumayan rame, bisa sambil tegur sapa dengan tetangga-tetangga baru. Seperti biasa papa asyik ngobrol dengan bapak-bapak di jalanan depan rumah. Engga tau kenapa pusat berkumpul selalu di depan rumah, mungkin karena depan rumah kami adalah rumah pak RT , so jadi tempat ngumpul para bapak. Tapi jadi ikut seneng, coz rumah jadi rame. Dan acara jalan-jalan serta kumpul-kumpul bubar setelah terdengar adzan Maghrib. Acara malam minggu cukup dengan hunting makan malam di sekitaran puri bali, trus bermain dan becanda dengan el dan yang pasti tidur malam.
Hari Minggunya Idem,hehehehe.
Begitulah Sabtu Minggu yang selalu kunantikan, acaranya sangat sederhana, tetapi menjadi menyenangkan dengan polah tingkah El fatta yang menggemaskan.
Rabu, 04 Maret 2009
Siap Setiap Saat
Menyesal dan menyesal....., itu yang seringkali saya rasakan setiap kali saya melewatkan suatu kesempatan baik, dan ternyata ada diantara temen dekat yang berhasil mendapatkan kesempatan tersebut. Selalu terbersit dalam hati, ternyata dia bisa, harusnya aku juga bisa. Dan sekali lagi semua karena keragu-raguan untuk mencoba suatu kesempatan baik, dan keragua-raguan itu selalu dilatarbelakangi oleh alasan ketidaksiapan.
Sekarang, tidak ada alasan untuk menunda sesuatu. Kita harus selalu mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu dan kompeten dalam segala hal. Lebih spesifiknya segera tentukan tujuan, dan bergegaslah untuk menggapai tujuan yang ingin kita capai. Jangan buang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Segera bekali diri kita dengan hal-hal yang mendukung pencapain tujuan kita, dan pada saat kesempatan itu datang lagi maka kita akan menyambutnya dengan gembira karena kita telah siap untuk meraihnya, dan syukur-syukur bisa mendapatkannya.
Semoga kesempatan itu datang kembali, dan aku bisa menggapainya, amien.
Rabu, 31 Desember 2008
Welcome to Tamansari Puri Bali
Hari Jumatnya 26 Desember, setelah penataan barang2 di rumah baru sudah beres, mama dan el baru bergabung di Puri Bali. Masih lumayan berantakan, mama jadi gatel pengen ikutan beres2 juga, tapi bingung mau mulai dari mana, coz so many things to do, akhirnya mama fokuskan untuk membenahi pernak-pernik dapur. Alhamdulillah sore harinya rumah sudah lumayan rapi, so malem hari bisa santai2 sambil memandangi rumah,hehehehe. Serasa ada suasana baru dalam keluarga kami, mama jadi semangat lagi untuk memulai segala sesuatunya dari awal, dan melanjutkannya dengan hal-hal yang baik di rumah ini. Mama pengen selalu menjaga kerapihan dan kebersihan rumah, secara selama ini mama masih suka berantakan,hehhehehe, trus mama ingin bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kami coz selama ini kayaknya masih kurang baik, mama juga pengen rumah ini bisa menjadi penyejuk bagi keluarga kami, menjadi surga dunia kami.
Well. semoga moment “rumah baru” dan “tahun baru” yang sebentar lagi akan tiba dapat membawa perubahan yang lebih baik dalam segala hal untuk keluarga kami.Ya Alloh, semoga engkau jadikan rumah kami ini sumber kebahagiaan keluarga kami, tempat kami berkumpul, tempat kami berlindung, tempat kami mendidik anak-anak kami. Semoga engkau senantiasa memberikan keridhoan, keberkahan, dan bimbingan bagi keluarga kami, amien.
WELCOME TO TAMANSARI PURI BALI
AND
“TO ALL MY DEAREST FRIEND, HAPPY NEW YEAR, WISH YOU ALL THE BEST IN THE COMING YEAR”
Senin, 22 Desember 2008
My Beloved Rent House
Dan, hari demi hari kami lalui di rumah ini. Ternyata, rumah ini begitu nyaman dan damai. Rumah yang sempit ini terasa begitu lapang, rumah yang sederhana ini terasa begitu indah. Dan satu demi satu kenangan tercipta dalam kehangatan rumah mungil ini. 2,5 tahun sudah kami tinggal di rumah ini, rasanya masih enggan untuk berpisah, tapi tinggal hitungan hari akan kami lalui di rumah ini. Tanggal 25 Desember besok adalah hari terakhir kami tinggal di sini. Dengan berat hati, we have to say “Goodbye my sweet home, my beloved rent house, Thanks for having a nice day with you”. Semoga kebahagiaan dan kedamaian yang sama akan kami temukan di rumah baru kami di Puri Bali, Amien.
Selasa, 18 November 2008
Papa's Birthday and the story of him
Baby Ray, montok pisan euy
yang pake topi mirip El ya
Ray kecil lalu tumbuh menjadi ray anak-anak (anak SD, anak SMP, anak SMA,hehehe), menjadi sosok yang nice boy, tampang di fotonya kayaknya bukan type anak bandel neh.
Then, dia tumbuh lagi menjadi sosok pemuda tanggung, yang penampakannya kayak gini neh...
gaya coverboy tahun 80-an
Konon kabarnya lagi, pas jaman-jaman SMA dia termasuk pemuda yang suka tawuran, sukanya nongkrong, engga mau belajar (ih, padahal engga ada tampang tuh mas, kayaknya alim2 aja). Tapi seiring dengan bertambahnya umur, dia kemudian menjadi sosok pria dewasa yang bertanggung jawab, pekerja keras, penyabar, dan mengayomi adik-adiknya (terbukti kok sampai sekarang beliau adalah sosok yang super duper sabar, baik hati, dan penyayang).
Ray dewasa (masih kurus ya)Di usianya yang sudah cukup umur, dia berusaha menjajaki beberapa wanita. Setelah gagal dengan beberapa wanita (yang menurutnya cantik-cantik) akhirnya ketemu dengan pacar terakhirnya, yang kini menjadi istri tercintanya (hehehehe)
Ray & Etty (sewaktu masih pacaran)
Hingga akhirnya dia melepas masa lajangnya pada tanggal 2 September 2006
Dan kini, dia telah menjadi Papa dari seorang anak yaitu El Fatta